Majalah Salam Indonesia

Tuai Pro-Kontra, Larangan Motor Lewat Thamrin Bakal Dicabut

126

SALAM-INDONESIA.com- BELUM ADA sepekan wacana pencabutan larangan motor melewati jalan Thamrin digulirkan Guberrnur DKI Anies Baswedan, sikap pro dan kontra terus bergulir. Beberapa kalangan menilai pencabutan pelarangan ini sebagai bentuk keadilan, namun disisi lain justru menilai akan membuat makin semerawutnya kondisi lalin dikawasan bisnis tersebut.

Tapi bagi Anies Baswedan, pencabutan pelarangan tersebut justru memberi ruang bagi masyarakat Jakarta untuk bisa melintas semua jalan yang ada di Ibukota. Apalagi hal itu sejalan dengan program revitalisasi trotoar di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin. “Kami sedang me-review rancangannya. Kami ingin kendaraan roda dua bisa lewat Sudirman-Thamrin” kata Anies di Balai Kota DKI.

Maka dengan demikian, Anies berjanji segera merevisi aturan pelarangan motor yang digagas oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Larangan sepeda motor untuk memasuki ruas Jalan Sudirman- Thamrin hingga ke Medan Merdeka Barat diatur dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 141 Tahun 2015 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor. “Ada Pergub yang jadi dasar. Maka, Pergub itu akan kami ubah” ucap mantan Menteri Pendidikan tersebut.

Dia menuturkan jika melihat rancangan revitalisasi trotoar saat ini tidak mengakomodasi sepeda motor. Karena itu, dia meminta Dinas Bina Marga dan PT MRT Jakarta untuk memasukkan sepeda motor ke dalam desain. “Arahannya semua [moda transportasi] harus bisa [lewat Sudirman-Thamrin]. Caranya gimana itu tugas perancang” katanya.

Seperti diketahui, saat ini sepeda motor dilarang melewati Jalan Thamrin dimulai dari Bunderan HI menuju Patung Kuda hingga ke Jalan Medan Merdeka Barat. Pembatasan kendaraan tersebut digagas Ahok untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di kawasan Sudirman-Thamrin. Pemprov DKI sebelumnya juga ingin memperpanjang kawasan larangan sepeda motor hingga Sudirman dan Bundaran Senayan. Namun, uji coba tersebut dibatalkan sehingga motor saat ini masih bisa berlalu-lalang. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.