Majalah Salam Indonesia

Rasakan Manisnya ketika Iman dengan Amal saling melengkapi

116

SALAM-INDONEISA.com- IMAN DI dalam Islam sebagaimana juga dibuktikan dalam sejarah adalah perkara yang manisnya bisa dirasakan ketika jiwa raga seseorang menceburkan dirinya di dalam segala bentuk aktivitas ataupun pekerjaan yang menyangkut hajat hidup umat Islam dan demi tegaknya peradaban Islam.

Iman bukanlah sesuatu yang dapat dirasakan kehadirannya, hanya dengan memahami ilmu agama secara teoritis semata. Tanpa amal tanpa pengorbanan.

Mengapa dahulu para sahabat Nabi sangat antusias dalam jihad? Karena dalam jihad ada manisnya iman yang tak bisa dirasakan melainkan dengan mencicipi dan lebih jauh menikmatinya.

Sebagian ulama larut dengan aktivitas mengajarkan ilmu dan bersedekah setiap hari. Mengapa mereka terus melakukannya? Karena manisnya iman nyata mereka rasakan. Ini semua menunjukkan kepada kita bahwa jika benar-benar ingin merasakan manisnya Iman di dalam hati, maka tidak ada cara lain kecuali menguatkan niat, memantapkan tekad untuk terjun langsung melakukan hal-hal yang strategis lagi dibutuhkan untuk kemaslahatan umat Islam.

Oleh karena itu penting dipahami, bahwa untuk meningkatkan iman dan taqwa adalah dengan langsung menjalankan segala macam bentuk amalan bahkan perjuangan dan pengorbanan bagi tegaknya iman dan peradaban Islam. (put)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.