Majalah Salam Indonesia

Rachman Taqdir , Direktur Utama PT. Rafikatama; Jadilah Manusia Bermartabat dan Bermanfaat

68

SALAM-INDONESIA.com – PANTANG MUNDUR, berusaha dan selanjutnya pasrah kepada Illahi, tiga point inilah yang menjadi pegangan bagi Rachman Taqdir. Ayah empat anak ini sempat merasakan pahit getirnya membangun usaha Print on Demand (POD), hingga akhirnya merasakan buah dari yang ia tanam.

Pilihannya untuk berkarir di bidang percetakan memang sudah tepat dan selayaknya. Menekuni seluk beluk bidang grafika mulai dari SMU hingga jenjang perguruan tinggi. “Saya memulai bekerja di industri grafika sejak lulus SMU dan alhamdulilah diterima bekerja di perusahaan multinasional pada saat itu dibidang percetakan dan penerbitan. Selang 2 tahun bekerja saya masuk kuliah sambil bekerja. Di perusahaan ini saya juga sempat ditempatkan di divisi bisnis development, yang membawahi cetak Print on Demand,” ujar Rachman Taqdir saat ditemui di kantornya dibilangan Jakarta Barat.

Tahun 2010, kata Rachman, tren industri percetakan mulai menurun akibat datangnya teknologi digital dan media elektronik. Disisi lain, perkembangan teknologi percetakan digital semakin canggih dan siap bersaing dengan mesin Offset. Di divisi bisnis development inilah, Ia banyak belajar mengenai Print on Demand. “Inilah awal mimpinya untuk bisa menekuni percetakan Print on Demand,” imbuhnya.

Dirinya berkilah, sampai kapanpun orang akan tetap butuh cetakan. Jika dahulu customer melakukan permintaan order cetak hingga sekian ribu, namun dengan adanya Print on Demand, maka order cetakan dari customer dapat diminimalisir sesuai kebutuhan, sehingga tidak memberatkan.

“Permintaan order cetak berapapun jumlahnya dilayani tanpa minimal order. Memang ongkosnya sedikit agak mahal, tapi itu tetap menguntungkan bagi customer, ketimbang cetak banyak tapi yang dibutuhkan sedikit, ungkap pria yang rajin mengikuti seminar motivasi ini.

Setelah banyak belajar hampir 3 tahun di bidang POD, Rahman memutuskan untuk risain dari tempat kerjanya. Dirinya juga melihat ternyata banyak order Print on Demand yang tidak dapat tertangani di kantornya terdahulu akibat keterbatasan alat dan SDM, dan disinilah Rachman melihat peluang usaha. Meski saat itu harapannya untuk memiliki usaha cetak POD belum tercapai, mengingat harga mesin yang cukup mahal, namun Rachman tetap harus berjuang dan menghidupi keluarganya.

Usai risain dari tempat kerjanya, ia membuka usaha foto copy dengan beberapa karyawan. Selain itu ia juga mencoba mengembangkannya dengan mendatangi beberapa perusahaan yang kemungkinan masih membutuhkan cetakan. Waktu terus berjalan hingga di tahun 2013 usahanya mulai defisit keuangan, sehingga usahanya hampir gulung tikar, dan tempat kerjanya dimulai dari rumah petak kontrakan yang disewa dibilangan selatan Jakarta, karena sdh tidak mampu lagi untuk sewa ruko dan sebagian mesinnya terjual untuk kebutuhan hidup.

Sambil berusaha dan terus berdo’a, di awal tahun 2014 di tawari seorang temannya yang kelebihan order ditempat kerjanya. Bahkan ditahun yang sama menjadi vendor perusahaan PT Sampoerna di bidang advertising. Adanya beberapa permasalahan internal ditambah belum adanya pengalaman di bidang advertising menjadikan Rachman memilih secara perlahan untuk melepas rekanan di PT Sampoerna dan menyerahkannya kepada rekan bisnis sejawat, namun tetap menggunakan nama perusahaan yang telah dirintisnya yaitu Rafikatama.

Rachman kemudian memulai usaha percetakan POD yang menjadi cita-citanya dengan membeli mesin second. Namun masalah muncul, lantaran mesin second yang ia beli tidak berjalan maksimal dan akhirnya rusak tidak dapat dipergunakan. Merasa tidak efektif, ia kemudian menjual mesin tersebut. Tekad dan kerja keras akhirnya membuahkan hasil, ketika ia memutuskan untuk kembali bekerja sama dengan rekan sejawatnya saat di tempat kerjanya terdahulu, yakni Ari Agus Wibowo.

Sosok Ari sebelumnya berkiprah pada bagian IT dan web design, berkolaborasi dengan dirinya yang menguasai seluk beluk Teknologi percetakan dari A sampai Z dan terus berlanjut hingga kini. “Mimpi untuk dapat mengelola usaha percetakan dengan mesin POD akhirnya dapat terwujud dan terus berkembang , saya tidak pernah membayangkan bisa seperti ini,” ujarnya merendah.

Dirinya mengatakan, bahwa hampir 80 % order percetakan yang diterima Rafikatama adalah via online. Termasuk order yang datang dari luar jabotabek, luar pulau Jawa hingga ke Singapura dan Malaysia. Selain penawaran kerja via online, pihaknya juga memberikan edukasi kepada customer tentang bagaimana cara membuat buku, mulai dari desain sampai bisa mendapatkan nomor ISBN.

Bagi Rachman, yang dibutuhkan dalam proses berusaha adalah kerja keras,tuntas dan ikhlas serta keyakinan terhadap Alloh SWT karena, Dialah yang memegang dunia dan seisinya. Kita harus yakin dengan apa yang kita jalani. “Saya memiliki motto, jadilah manusia yang bermartabat dan bermanfaat untuk orang banyak. Inilah motto yang saya pegang dalam meniti usaha,” pungkasnya menutup cerita. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.