Majalah Salam Indonesia

Pengamat IT : Ekonomi Digital Mempengaruhi Masyarakat Indonesia

125

SALAM-INDONESIA.com- TIDAK BISA terbantah bahwa peran ekonomi digital kini mulai mempengaruhi masyarakat Indonesia. Masyarakat yang semula tidak paham mengenai ekonomi digital dipaksa untuk beradaptasi serta bertransformasi menuju era ekonomi digital.

Pengamat IT (informasi dan teknologi) Heru Sutadi menjelaskan behavior atau tingkah laku yang turut mempengaruhi ekonomi digital di tanah air makin ramai.

“Karena Indonesia benar-benar unik. Lihat Go-Jek! Itu menarik karena orang Indonesia malas jalan. Kalau dulu kita naik bus kita lewat sedikit sudah protes ke sopirnya," tutur Heru dalam seminar “ Transformasi Digital

Dunia Keuangan" di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kemudian, lanjut dia, menjamurnya pasar digital membuat masyarakat mencoba sistem tersebut. Kemudahan yang ditawarkan e-commerce salah satunya, banyak orang tergiur akan hal itu.

“Mobilitas, misalnya di TransJakarta, baca email, jawab WhatsApp, menjadi kebiasaan pada generasi zaman millenial seperti sekarang ini. Yang utama perkembangan digital ekonomi itu sudah globalisasi. Kita tidak bisa membatasi khusus Indonesia itu tidak bisa walaupun tatanan pemerintah masih ada” ungkapnya.

Penjelasan senada juga diungkapkan Rektor Perbanas (Persatuan Bank Nasional) Marsudi Kisworo. Marsudi mengatakan adanya era teknologi seperti financial technology (fintech) bisa berdampak pada industri perbankan pada lima tahun mendatang.

“Survei dunia mengatakan, 23 persen dari perbankan akan menghadapi risiko karena kemajuan financial technology. Indonesia menganggap penting untuk digital solution di luar fintech itu 75 persen” terangnya.

Menurut dia, fintech sendiri terfokus untuk membuat konsumen senang lantaran bisa mengendalikan sendiri keuangannya.

“Perbankan digital tradisional tidak kalah pentingnya karena fintech tidak terlalu dominan” katanya. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.