Majalah Salam Indonesia

Otonomi Kampus, Perguruan Tinggi Seleksi Mahasiswa Lewat Jalur Hafal Al-Quran

148

SALAM-INDONESIA.com- BEBERAPA PERGURUAN tinggi di Indonesia, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi swasta (PTS), telah memberlakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur hafal Al-Quran.

Pemberlakuan seleksi tersebut disambut hangat banyak masyarakat, bahkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) mendukung serta tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut.

“Kalau saya itu semua saya serahkan internal kampus. Itu adalah jalur khusus” kata Menristek Dikti Mohammad Nasir di Yogyakarta, awal pekan lalu.

Pihaknya membebaskan kampus-kampus untuk membuat kebijakan internal soal beasiswa ataupun penerimaan mahasiswa lewat jalur hapalan Al-Qur’an.

“Kampus memiliki otonomi terkait penggunaan hapalan Al-Qur’an untuk jalur khusus tersebut. Hafalan Al-Qur’an bisa menjadi salah satu alat ukur mengenai kemampuan anak didik dalam bidang akademik,” ujarnya.

Nasir mengatakan penghapal Al-Qur’an dari satu sisi memiliki kemampuan menghapal yang baik. Dalam beberapa kajian kecerdasan, hafalan tersebut memiliki keterkaitan dengan kemampuan akademik yang baik.

Kendati demikian, Menristekdikti mengatakan pihaknya tidak akan melakukan kebijakan untuk mewajibkan kampus mengenai penggunaan metode seleksi dengan hafidz Al-Qur’an.

“Untuk program itu sendiri sudah berjalan di beberapa kampus negeri, baik kampus keagaaman ataupun umum. Mau dijalankan atau tidak itu bukan kementerian yang mendorong. Kami ingin memberi ruang kepada perguruan tinggi dengan otonomi” jelasnya. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.