Majalah Salam Indonesia

Menkeu Upayakan Cukai Rokok Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

132

SALAM-INDONESIA.com- KABAR DEFINISINYA anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga Rp 9 Triliun membuat Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memutar otak. Hingga akhirnya Sri Mulyani memiliki keinginan menjadikan pungutan cukai rokok sebagai penutup defisit BPJS.

“Pungutan cukai dan pajak rokok dapat menjadi sumber pendanaan untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan. hal tersebut logis karena banyak masyarakat yang sakit karena rokok,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Jakarta, kemarin.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah daerah banyak mendaftarkan penduduknya menjadi peserta BPJS kesehatan. Oleh karen aitu pemerintah daerah perlu juga untuk berkontribusi dalam mengatasi ‎defisit BPJS kesehatan.“Daerah banyak sekali daftarkan penduduknya masuk ke dalam program BPJS, tapi di dalam konteks untuk kontribusi dalam iurannya sebetulnya masih cukup ada ruang” katanya.

Dia juga mengungkapkan, pemerintah derah bisa berperan dalam mengatasi defisit BPJS kesehatan, dengan menyuntikan sebagian dana hasil cukai dan pajak rokok.‎ Dia memperkirakan kontribusi dari sumber dana tersebut bisa mencapai Rp 5 triliun.“Melalui dana bagi hasil cukai dan pajak rokok. kira-kira kontribusi mecapai di atas Rp 5 triliun” tutur dia.

Menurut Menkeu, dana bagi hasil cukai dan pajak rokok sangat logis digunakan menutupi ‎defisit BPJS kesehatan. Pasalnya, banyak masyarakat Indonesia yang sakit akibat rokok. Rencana tersebut akan dibahas Kementerian Dalam Negeri, sehingga alokasi dana untuk BPJS Kesehatan akan dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Dana bagi hasil cukai, banyak sakit disebabkan merokok sehingga menjadi salah satu solusi dianggap logis sesuai penerimaan negara berasal dari barang hasil tembakau. Hitungannya akan dilihat dan lakukan bersama Menteri Dalam Negeri, agar 2018 nanti APBD sudah ada pencantuman komitmen daerah dalam melakukan kontribusi pembayaran BPJS kesehatan” pungkas Sri Mulyani. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.