Majalah Salam Indonesia

Mengganggu Sistem Antrean Online, Imigrasi Ancam Polisikan Pemohon Paspor Fiktif

190

SALAM-INDONESIA.com- ANTRIAN PENGURUSAN paspor tidak hanya terjadi pada jalur konvensional saja, namun juga untuk jalur via online. Namun ironisnya, antrian panjang via online terjadi karena ulah pemohon fiktif. Hingga saat ini, total permohonan paspor fiktif mencapai 72 ribu.

Kesal karena ulah tersebut, Imigrasi mengancam akan melaporkan pemohon paspor fiktif kepada polisi. Tercatat ada lebih dari 200 akun yang terindikasi melakukan permohonan fiktif yang mengganggu sistem nomor antrean paspor online.

“Tindak lanjutnya kalau tim fisik maupun intelijen berhasil menemukan data-data dan bukti-bukti, tentu akan diteruskan ke pihak berwajib” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno di Jakarta.

Agung mengaku sudah mengantongi akun-akun yang terindikasi melakukan aksi ini. Pihaknya tengah mendalami apakah akun tersebut dikendalikan manusia atau akun robot.

“Mengidentifikasi apakah akun tersebut masih aktif atau tidak. Karena saya khawatir begitu kita umumkan soal ini, mereka menghilangkan diri. Ini masih dipantau terus perkembangannya karena kejahatan siber ini bukan kejahatan yang mudah. Kita bukan hanya butuh orang yang ahli, tapi juga alat yang mampu mendeteksi” papar dia.

Dari sekitar 200 akun itu, Imigrasi membaginya ke dalam tiga kategori. Pertama, akun yang membuat permohonan fiktif 50- 100 kali. Lalu, akun yang memohon 100-1.000 kali. Terakhir, akun yang membuat permohonan 1.000-4.000 kali.

“Ada top ten akun yang melakukan pendaftaran fiktif hingga empat ribu kali. Berarti dia secara terus menerus melakukan pendaftaran fiktif untuk menghabiskan kuota” tukasnya.

Meski begitu, Agung mengatakan, sejak awal Januari, pihaknya sudah melakukan pembersihan. Dari sekitar 72 ribu permohonan paspor fiktif, 32 ribu di antaranya sudah dibersihkan hingga minggu lalu. "Mungkin sekarang sudah lebih banyak yang dibersihkan," imbuhnya.

Dijelaskannya, sejak Januari, tim dari fisik telah melakukan pembersihan terhadap akun-akun sampah tadi. Dari 72 ribu permohonan fiktif, sudah dibersihkan 32 ribu sampai minggu lalu. Akun sampah tadi sudah diblacklist, artinya ketika muncul lagi akan otomatis diblokir oleh sistem dan tak bisa bertransaksi. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.