Majalah Salam Indonesia

Mekkah, Kota di Tengah Bumi

51

SALAM-INDONESIA.com – SETELAH MELALUI PENELITIAN yang panjang berdasarkan hasil pengamatan citra satelite, akhirnya diketahui bahwa kota Mekkah merupakan pusat bumi. Karena posisi kota Mekkah berada tepat ditengah-tengah bumi, selain itu kota Mekkah merupakan wilayah 0 bujur sangkar.

Dalam penelitian lebih lanjut terungkap adanya pancaran radiasi bersifat infinite (tidak berujung) yang ber-asal dari kota Mekkah, tepatnya di Ka’bah. Hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Yang juga mengejutkan, jarum kompas tidak akan berfungsi disekitar Ka’Bah ketika digunakan. Ini disebabkan disekitar tempat tersebut merupakan pertemuan antara wilayah kutub utara dengan kutub selatan yang mengakibatkan zero magnetism area.Para peneliti muslim juga mempercayai, bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Temuan lain dikemukakan ketika pada 31 Oktober 1999, Satelite milik Space Imaging Inc, bernama IKONOS mengambil gambar ke bumi dan melihat kota Mekkah, khususnya Masjidil Haram yang terlihat lebih bersinar dibandingkan bangunan sekitarnya.Bahkan Empat astronot Rusia Andrey Borisenko, Alexander Samokutyaev, Anton Shkaplerov, serta penerjemah mereka Boris Meshcherykov ketika berkunjung ke Lembaga Ilmu Penelitian Antariksa OASIS (PSSO) Saudi, Sabtu (10/11/2012) lalu, yang mengakui bahwa keadaan bumi pada malam hari sangat gelap ketika dilihat dari luar angkasa. Serta sangat sulit mengambil gambar kota-kota di bumi, namun yang membuat mereka heran ketika mengambil gambar kota Mekkah dan Madina terlihat sangat bercahaya pada malam hari.Kota Mekkah dimana tempat Ka’Bah berada, ternyata merupakan salah satu wilayah di dunia yang memiliki tingkat gaya gravitasi tinggi.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’Bah) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.