Majalah Salam Indonesia

Kantong Plastik Ramah Lingkungan bukan berarti bebas dari Bakteri!

158

SALAM-INDONESIA.com-  BIASANYA KANTONG plastik menjadi pilihan utama untuk memuat barang-barang saat belanja. bahkan Kantong plastik bareusable atau ramah lingkungan beberapa waktu lalu sempat menjadi isu hangat.

Masyarakat yang hendak membeli barang tertentu di toko ritel diharapkan membawa kantung belanja sendiri. Apabila masyarakat tidak membawanya dan tetap ingin memakai kantung plastik, maka dikenai biaya sebesar Rp 200.  Tujuan utama dari ketentuan itu sebenarnya adalah meningkatkan kesadaran untuk peduli lingkungan.

Seperti yang diketahui, plastik adalah jenis sampah yang tidak mudah untuk diurai. Plastik mengandung bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan. Beruntung, tak sedikit masyarakat yang mengambil peran untuk memabwa kantung belanja sendiri saat membeli barang.

Melansir News, di dalam kantung belanja yang tidak digunakan dengan benar dapat ditemukan bakteri E. coli dan salmonella. Penyebabnya karena masyarakat cenderung tidak memisahkan barang belanjaan dengan benar ke dalam tas. Selain itu, jumlah masyarakat yang mencuci kantung belanja sehabis digunakan masih sedikit. .

Bahan makanan atau belanjaan yang tercemar bakteri dapat masuk ke tubuh dan menginfeksi. Akibatnya seseorang bisa mengalami sakit perut paling tidak tujuh hari. Seorang ilmuwan mengatakan salah satu penyebab sakit perut adalah kantung belanja yang terkontaminasi bakteri.

Kantung belanja itu memang bisa digunakan berulang-ulang karena biasanya terbuat dari bahan kain spunbond, kanvas, atau yang lainnya. Akan tetapi, penggunaan kantung tersebut tidak bisa sembarangan. Jangan sampai Keinginan kita untuk menjaga lingkungan malah bisa membawa penyakit untuk diri sendiri maupun keluarga. (put)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.