Majalah Salam Indonesia

Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex dicabut

148

SALAM-INDONESIA.com-  KASUS PADA produk Viostin DS dan Enzyplex mengakibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penarikan izin edar pada dua produk tersebut. Sebelumnya, sudah diberikan sanksi berupa penarikan produk yang teridentifikasi DNA spesifik babi.

Dalam rilis resminya, BPOM menyebut bahwa sampel produk yang disebutkan dalam edaran adalah Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

“Sejak November 2017 sudah ada penarikan dari bets yang mengandung DNA babi. Yang saat itu masih beredar bisa jadi dari bets lain,” kata Penny K. Lukito, Kepala BPOM, dalam konferensi pers yang digelar Senin (5/2/2018), di Gedung BPOM, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Awalnya kasus ini dimulai sejak beredarnya surat hasil pemeriksaan sampel dua produk suplemen makanan yang viral di media sosial. Menurut penjelasan Penny, selama November tahun lalu, pihak BPOM sebetulnya telah melakukan proses dengan memberikan kesempatan pada produsen untuk melakukan perubahan pada bahan baku produksi.

Ke depannya, Penny menegaskan BPOM akan menerapkan langkah yang lebih tegas untuk produsen yang melakukan kesalahan serupa. Tak segan-segan, BPOM akan langsung melakukan penarikan izin edar. (Put)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.