Majalah Salam Indonesia

Ini penjelasan 10 Hari Terakhir Jadi Masa Injury Time Ramadan

112

SALAM-INDONESIA.com UMAT ISLAM perlu meluangkan waktu khusus untuk beriktikaf di masjid pada malam 10 terakhir Ramadan. Sebab di malam-malam ini ada malam yang sangat mulia, yakni lailatul qadar.

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa meluangkan waktu khusus di malam 10 terakhir bulan Ramadan. Rasul senantiasa beriktikaf di masjid. Demikian pula halnya denganpara sahabat. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menjelaskan, di sejumlah hadis telah disebutkan bahwa pada malam ganjil pada 10 hari terakhir terdapat lailatul qadar.

Mu’ti menjelaskan, walaupun terdapat perdebatan soal lailatul qadar, meluangkan waktu untuk beriktikaf tetap diutamakan. Selain disebutkan di dalam Alquran (QS 2, Al-Baqarah: 187), hadis-hadis tentang iktikaf tidak ada persoalan. “Keberadaan lailatul qadar tidak ada perdebatan.

Demikian pula dengan kemuliaan lailatul qadar. Hal ini jelas disebut kan dalam Alquran Surat Al-Qa dar. Yang menjadi perdebatan adalah soal kapan waktu atau jatuhnya lailatul qadar. Beberapa hadis menyebutkan lailatul qadar terjadi pada malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan. Waktunya antara tengah malam sampai terbit fajar,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Mu’ti, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Di antaranya melaksanakan qiyamullail dengan salat, tadarus, dan zikir dengan membaca kalimat thayyibah. Menurut dia, ibarat berlomba, 10 malam terakhir adalah masa injury time untuk meningkatkan ibadah.

Oleh karena itu sebaiknya umat Islam meluangkan waktu khusus untuk beriktikaf di malam-malam terakhir Ramadan. (put)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.