Majalah Salam Indonesia

Indonesia Membangun Tenaga Nuklir ? Kenapa Tidak

102

SALAM-INDONESIA.com- PENGGUNAAN TENAGA  nuklir sebagai sumber energi terbarukan sudah dilakukan banyak negara. Selain biayanya yang murah. energi nurklir yang dihasilkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari bahan bakar, listrik hingga kesehatan. Dan Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan energi nuklir.

Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir di Semarang, beberapa waktu lalu, mengatakan, penggunaan nuklir sebagai energi terbarukan diperlukan untuk kemajuan teknologi transportasi Indonesia.

Sadar akan perlunya penggunaan energi nuklir, Mohamad Nasir mengaku pernah mendiskusikan hal tersebut kepada Ignatius Jonan yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan (Menhub).

Nasir mempertanyakan kemungkinan dibuat kereta api cepat Jakarta-Surabaya dengan menggunakan listrik. Saat itu, kata Nasir, Menhub Jonan yang sebelumnya menjabat Direktur Utama PT KAI itu mengiyakan kemungkinan tersebut, tetapi dengan syarat sumber energinya harus menggunakan tenaga nuklir. Ketika Jonan menjabat sebagai Menteri ESDM, Nasir kembali membincangkan hal serupa.

“Eh, kebetulan jadi Menteri Energi. Aku nagih janji sekarang, mau enggak bangun (PLTN)? Pelan-pelan Pak Nasir, ojo saiki (jangan sekarang) roadmap (peta jalan)-nya sedang kami buat” kata Nasir, menirukan perbincangannya dengan Jonan.

Menristek Dikti ini mengemukakan potensi PLTN sebagai alternatif energi terbarukan sangat besar. Sebagai contoh, dia menjabarkan mengenai bahan bakar kapal yang membutuhkan biaya hingga Rp500 juta untuk pelayaran. Ia memiliki ide agar kapal perang Indonesia menggunakan tenaga nuklir sebagai bahan bakarnya, seperti yang sudah dilakukan negara-negara lain yaitu Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).

“Ternyata, setiap satu gram dari uranium mampu menggantikan bahan bakar dari batu bara sekitar dua ton. Itu luar biasa. Kalau dua ton itu mampu menghhasilkan sembilan megawatt” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Nasir, semua pihak diminta untuk mulai mengubah cara pandang mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dengan negara-negara lain. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.