Majalah Salam Indonesia

Indonesia-Australia Sepakat Kembangkan Bawang Putih

146

SALAM-INDONESIA.com- DI BANYAK negara bawang putih merupakan jenis komoditas sayur unggulan. Bahkan di Indonesia bawang putih digunakan sebagai bagian dari bahan olahan makanan. Kebutuhan tinggi akan bawang putih membuat Indonesia perlu melakukan pengembangan inovasi teknologi terhadap bawang putih.

Saat ini, Indonesia bersama Australia tengah menjajagi upaya kerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan komoditas bawang putih di kedua negara. Kerja sama tersebut dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) bersama Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR).

“Dengan adanya kerja sama penelitian tersebut, diharapkan permasalahan utama dalam komoditas bawang putih, seperti ketersediaan varietas unggul, perbenihan, teknik budi daya dapat tertangani dengan baik,” ujar Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Kementan, Catur Hermnanto melalui dalam rilisnyay yang diterima redaksi di Jakarta.

Catur Hermanto mengatakan, ketersediaan bibit bawang putih menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengembangan bawang putih. Sudah sejak lama para petani khususnya yang dulu wilayahnya sebagai sentra penghasil bawang putih kini tidak lagi tertarik menanam bawang putih, karena harganya selalu anjlok sehingga para petani merugi.

“Akhirnya para petani beralih ke tanaman lain yang lebih menjanjikan keuntungan, dan benih bawang putih yang biasanya disisihkan untuk benih akhirnya dijual,” imbuhnya.

Kini pemerintah menggulirkan program peningkatan produksi bawang putih, karena hingga akhir 2017 realisasi program penanaman bawang putih yang dibiayai melalui APBN-P baru tercatat 1.720 ha atau 55 persen dari target 3.150 ha.

Padahal untuk mengejar target tersebut, para importir bawang putih yang mendapat kuota impor diwajibkan memproduksi 5 persen dari total impor belum dapat dipenuhi pula.

“Dari 2.868 ha luas wajib tanam dari para importir, baru terealisasi 865 ha pada akhir 2017,” katanya.

Terkait upaya mengatasi keterbatasan penyediaan bibit bawang putih tersebut, Balitsa menyelenggarakan seminar kerja sama dengan ACIAR untuk bertukar informasi terkait perkembangan litbang Bawang Putih di dua negara dan menggali peluang kerja sama penelitian dan pengembangan bawang putih. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.