Majalah Salam Indonesia

Ide Kemenangan Gemilang Sang Penakluk

122

SALAM-INDONESIA.com –  SEBAGAI MAKHLUK yang menyandang gelar kahlifah Allah di muka bumi, yang dibekali kecerdasan aqliyah (akal) dan kecerdasan qalbiyah (hati) menuntut adanya peran maksimal dalam hal pengabdian kita kepada Sang Khaliq, bagaiamanapun itu, ikhtiyar harus sesempurna mungkin dan menyandarkan seluruh kekuatn dan hasilnya hanya kepada yang memiliki kedua kecerdasan di atas.

Adalah Muhamad Al Fatih, yang ditugaskan untuk memberikan warna keislaman kota Konstantinopel menemukan cara terbaik untuk menaklukan kota tersebut dengan memasuki Teluk Tanduk Emas, sebab benteng-benteng yang berhadapan langsung dengan Tanduk Emas dianggap tidak terlalu kokoh. Ini adalah strategi jitu untuk menaklukan kota Konstantinopel.

Namun demikian, pasukan Byzantium tentu sudah mengantisipasi hal ini, jalur menuju Tanduk Emas dihalangi dengan rantai kuat sehingga kapal-kapal musuh tidak akan mampu untuk menembus masuk. Ditambah lagi bahwa kapal-kapal aliansi Byzantium dan Eropa mempertahankan pintu itu dengan meriam-meriam merekak. Sehingga untuk memasuki Tanduk Emas sangat sulit dan pasukan Muhammad Al Fatih pun mengalami kegagalan.

Menempatkan kapal-kapal di Tanduk Emas adalah hal yag harus dilakukan, yang karenanya menuntut Muhammad Al Fatih berpikir keras, bagaimana caranya agar kapal-kapalnya bisa masuk ke Tanduk Emas.

Jika kita berfikir sesuai jalur pemikiran orang lain berfikir, tentu kita harus menghadapi siasat yang telah dipersiapkan oleh orang lain. Dengan kata lain, cara masuk ke Tanduk Emas ialah dengan cara melewati atau manghancurkan rantai penghalang. Namun tidak demikian dengan Muhmmad Al Fatih, ia berfikir bagaimana cara mencapai Tanduk Emas tanpa harus melalui rantai tersebut.

Satu gagasan ditemukan, bahwa satu-satunya jalan untuk mensukseskan kemenangan gelimalng harus menembus Konstantinopel tanpa harus melewati rantai-rantai yang sudah di padang oleh pasukan aliansi Byzantium dan Eropa.

Ini adalah ide luar biasa, mungkin orang akan mengatakan tidak mungkin atau ide gila. Namun kita bisa menjadikan hal yang nampak tidak mungkin menjadi mungkin dengan mendayagunakan akal dan hati. Dan, Muhammad Al Fatih yang dibantu oleh komandan lainnya mencari ide lagi bagaimana cara membawa kapal melalui jalur darat yang penuh dengan bebukitan.

Singkat ceita, setelah ide itu ditemukan, maka mereka mulailah bertindak, semangat tinggi dan keyakinan akan kemenangan gemilang mengobar dalam diri mereka, sehingga dalam waktu satu malam bisa memindahkan 70 kapal. Keberhasilan inilah yang menjadi titik awal direbutnya kota Konstantinopel.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.