Majalah Salam Indonesia

Gaya Hidup Halal Menjadi Trend Dunia

147

SALAM-INDONESIA.com- PERKEMBANGAN TREN halal di dunia kini telah menjadi fenomena baru. Sudah banyak branded kelas dunia yang menggunakan konsep halal dalam setiap produknya. Bahkan Negara-negara yang bukan muslim juga menghadirkan produk hingga layanan halal dengan beragam istilah nama.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia ? Menurut Ketua Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2017-2018, peringkat indonesia turun berada di posisi 11. Sebelumnya, ada di posisi 10 2015-2016.

Mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menambahkan, turunnya peringkat Indonesia di mata dunia ini disebabkan berbagai macam aspek, misalnya perkembangan gaya hidup halal di Indonesia masih stabil jika dibandingkan dengan negara lainnya.

“Bandingkan dengan negara Malaysia yang telah memiliki Halal Park, Jepang mempunyai Halal Transportation Nippon Express, hingga Brasill punya pelabuhan Halal. Sedangkan, Indonesia belum punya itu,” paparnya.

Sementara, negara yang bukan mayoritas muslim juga tengah mengembangkan halal foodcourt khusus makanan halal. Misalnya, Singapura yang mempunyai halal foodcourt, Korea Selatan telah memiliki 150 restoran tersertifikasi halal, hingga Thailand memiliki Pattaya Halal Restaurant.

“Thailand juga sudah masuk ke sektor Halal Tourism dan Korea Selatan juga mengembangkan halal beauty,” imbuh Sapta.

Dirinya juga berharap agar Indonesia tidak ketinggalan oleh negara yang penduduknya bukan mayoritas muslim. Pemerintah juga harus lebih giat lagi dalam mengembangkan gaya hidup halal, mulai dari lintas sektoral, bidang, dan tentunya tidak lepas dari dukungan industri, akademisi, hingga media.

“Halal adalah lifestyle. Oleh karena itu, saya menulis buku Halal Lifestyle, Tren Global, dan Peluang Bisnis dengan harapan dapat membuka cakrawala bisnis di sektor halal lifestyle yang saat ini memiliki potensi sangat besar,” ungkapnya.

Halal yang kental dengan filosofi religi ternyata memiliki makna yang sangat luas dan bisa diaplikasikan dalam berbagai sisi kehidupan, termasuk ekonomi. Sayangnya label halal belum menjadi sebuah nilai tambah.

”Banyak para pelaku usaha hanya melihat label halal hanya sebagai syarat penetrasi ke berbagai gerai ritel. Banyak juga yang salah paham ketika produk dikomunikasikan dengan branding halal karena dikaitkan dengan agama padahal bisa menjadi pedoman akan kualitas hidup yang menyehatkan dan aman bagi semua orang”; pungkas dia. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.