Majalah Salam Indonesia

Direncanakan, Mobil Listrik Bebas Pajak Barang Mewah

63

SALAM-INDONESIA.com- DALAM UPAYA mendorong pengermbangan mobil listrik di Indonesia, pemerintah Indonesia berencana membebaskan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk jenis mobil listrik.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, mengatakan, untuk mobil listrik, PPnBM-nya sebesar nol persen. Kemudian, untuk Bea Masuk-nya (BM) nanti sekitar lima persen,.

“Insentif ini diberikan mengingat harga mobil listrik yang cenderung lebih mahal ketimbang harga mobil nonlistrik. Bahkan, harga mobil listrik disebut 30 persen lebih tinggi daripada mobil konvensional,” katanya di Jakarta .

Dengan diberikan insentif berupa pembebasan PPnBM, Menperin berharap dapat mendorong penggunaan mobil listrik di kalangan masyarakat. Saat ini, kebijakan tersebut masih dalam pembahasan di tingkat kementerian. “Yang pasti, pengembangan kendaraan berbasis listrik menjadi bagian dari peta jalan (road map) pengembangan kendaraan bermotor nasional,” ungkapnya.

Dalam peta jalan itu, pemerintah menargetkan 20 persen dari kendaraan produksi Indonesia adalah kendaraan ramah lingkungan (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) pada 2025. Strategi pengembangan LCEV dan kendaraan listrik ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemberian insentif hingga pengkajian dan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik.

Kemudian, mencetuskan proyek percontohkan di daerah atau jenis kendaraan tertentu untuk menggunakan kendaraan listrik seperti kendaraan ekspedisi, transportasi umum dengan rute tertentu, serta kendaraan yang beroperasi di daerah tertentu.

“Selain itu, perlu mendorong pembangunan infrastruktur kendaraan listrik, seperti charging station (stasiun pengisian), mendorong kemampuan industri komponen kendaraan listrik melalui research and development dan standardisasi, termasuk menyempurnakan bisnis model kendaraan listrik” tandas dia. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.