Majalah Salam Indonesia

Berikan Pinjaman, Program OKE OCE Dimodali PT PNM

2.493

SALAM-INDONESIA.com- PEMERINTAH provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memberikan akses permodalan bagi pegiat One Kecamatan One Center for Enterpreneurship (OK OCE).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, permodalan OK OCE bukan disediakan oleh pemerintah melainkan oleh PT PNM.

“Jadi kegiatan dengan PNM ini adalah yang memang kita dorong dalam suatu ekosistem OK OCE. Sehingga permodalan itu bisa diselesaikan bukan oleh pemerintah, tapi diselesaikan dan diberi akses oleh memang yang ahli terhadap permodalan yaitu perusahaan yang namanyaPermodalan Nasional Madani” kata Sandi di Johar Baru, Jakarta,

Sementara Pemprov DKI, sambung Sandi, berperan sebagai fasilitator dan PT PNM yang memberikan modal bagi warga yang sudah terdaftar sebagai nasabahnya. Kerja sama dengan PT PNM diharapkan dapat memberikan kemudahan permodalan, khususnya bagi masyarakat pra sejahtera yang ingin membuat usaha.

Menurut Sandi, banyak ibu-ibu di Jakarta yang juga menjadi tulang punggung keluarganya. “Hari ini di Jakarta kita lihat sendiri bagaimana meningkatkan usaha dari ibu-ibu pra sejahtera. Ibu-ibu yang selama ini justru menjadi bantalan dari tentunya keadaan sosioekonomik di wilayah yang sangat kita perhatikan, karena masih banyak yang pra sejahtera” ujar Sandi.

Sandi juga meminta para lurah dan camat untuk bersama memfasilitasi warganya yang ingin bergerak di bidang usaha. Dengan kerja sama dengan PT PNM, ia juga berharap warga dapat lebih mudah mendapatkan modal untuk menjalankan usahanya.

Menurut Direktur Utama PT PNM, Parman Nata atmadja, di DKI Jakarta terdapat 60.000 KK yang terdaftar sebagai nasabah PNM. Syarat utama untuk mendaftar sebagai nasabah adalah warga yang memiliki pendapatan di bawah upah mininum provinsi (UMP) dan upah minimum regional (UMR).

Untuk di kawasan Johar Baru sendiri, nasabah PNM mencapai 3.000 KK. Masing-masing nasabah akan diberikan pinjaman modal awal sebesar Rp 2 juta, untuk kemudian diberikan pelatihan untuk mengembangkan bisnis usahanya.

“Mulai dari Rp 2 juta, kalau sudah disiplin 6 bulan kemudian dikasih Rp 2,5 juta. (Sistemnya) pinjaman, kita tidak memberikan bantuan sosial. Bansos diberikan dalam bentuk pinjaman, dikasih. Pinjaman itu sambil kita didik untuk“ kata Parman. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.