Majalah Salam Indonesia

Beredar Wacana 8 Penyakit Tidak Ditanggung BPJS

136

SALAM- INDONESIA.com- ADANYA asuransi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan telah banyak meringankan masyarakat dalam jasa pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan diciptakan untuk membantu meringankan beban perawatan di beberapa rumah sakit yang telah diajak bekerja sama.

Namun beberapa hari ini telah beredar wacana adanya delapan (8) penyakit yang biayanya tidak lagi ditanggung 100 % oleh BPJS Kesehatan. Kabar ini membuat banyak masyarakat cemas dan bertanya tentang kebenaran kabar tersebut, meski akhirnya diklarifikasi bahwa kabar itu masih dalam wacana dan belum menjadi aturan untuk dilaksanakan.

Adalah Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Fahmi Idris yang mengatakan bahwa BPJS Kesahatan tidak akan mendanai secara utuh peserta dengan penyakit kronis versi BPJS Kesehatan, karena selama ini anggarannya membengkak hanya untuk membiayai penyakit tersebut.

“Sehingga banyak pasien di luar penyakit itu yang kurang tertangani akibat bocornya dana yang digunakan untuk fokus di 8 penyakit kronis tersebut. Dan 8 penyakit kronis yang tidak lagi ditanggung 100% oleh BPJS Kesehatan adalah jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hepatitis, thalassemia, leukimia, dan hemophilia,” katanya akhir pekan lalu.

Hal ini diputuskan, lanjut dia, bukan tanpa alasan. Karena di tahun 2017 saja BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya sekitar Rp. 6,51 triliun hanya untuk penyakit jantung dengan kasus mencapai 7,08 juta. Biaya yang dikeluarkan untuk pengidap penyakit jantung saja setara dengan penanganan kasus dari bulan Januari hingga September.

Fahmi Idris juga mengungkapkan bahwa keputusan ini memang harus disosialisasikan agar para pemegang kartu BPJS Kesehatan tidak kaget jika nanti dirinya ditolak pihak rumah sakit jika tetap memaksakan keputusannya.

Dengan sosialisasi yang digencarkan oleh pihak BPJS Kesehatan ini masyarakat bisa tahu penyakit mana saja yang kronis dan harus didahulukan, serta penyakit apa saja yang sekarang biayanya tidak tercover 100 %.

Namun Fahmi Idris tidak menjelaskan lebih jauh berapa presentase biaya yang akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan terhadap ke-8 penyakit kronis tersebut. Belakangan tersiar kabar bahwa keputusan ini belum bisa dilaksanakan, lantaran masih ada proses yang harus dilakukan oleh institusi BPJS Kesehatan, termasuk dalam bentuk pesetujuan DPR. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.