Majalah Salam Indonesia

Bentuk Peringatan Allah kepada Manusia

336

SALAM-INDONESIA.com-  SIAPA SANGKA, Allah selalu punya cara memperingatkan manusia yang lalai. Peringatan itu bisa melalui orang lain atau sesama manusia. Bisa pula melalui peristiwa alam dalam rupa bencana, seperti gempa bumi, gunung meletus, angin kencang, banjir bandang, kebakaran besar, dan bencana-bencana lainnya.

Berkaitan dengan bencana, ada dua jenis bencana. Pertama, bencana karena ketentuan Allah yang tak bisa dicegah siapa pun. Kedua, bencana yang di akibatkan oleh manusia itu sendiri. Gempa bumi atau gunung meletus, misalnya, ini adalah ketentuan Allah atau sunatullah agar tercipta keseimbangan kembali. Inilah yang Allah firmankan:

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (QS al-Hadid [57]: 22).

Bencana alam seperti banjir bandang atau banjir biasa merupakan akibat ulah tangan manusia sendiri. Manusia merusak ekosistem alam, menggunduli hutan, mendangkalkan sungai dengan sampah, mengubah daerah resapan air menjadi perumahan, dan seterusnya. Akibatnya hujan yang deras menjadi genangan dan banjir.

Manusia perlu disadarkan dengan kebaikan dan keburukan agar ia selalu menyadari diri dan mengontrol perbuatannya. Perbuatan baik yang dilakukan akan berbuah kebaikan, sementara perbuatan buruk akan berbuah keburukan. Orang beriman selalu menyadari peringatan Allah dan menyambutnya dengan kembali melakukan kebaikan sehingga mendapatkan manfaat dari peringatan itu.

Bagi orang yang beriman, semua peringatan itu sejatinya untuk menyadarkan dirinya dari kelalaian dan kekeliruan, dan itu sangat bermanfaat baginya.

“Dan tetaplah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS adz-Dzariyat [51]: 55). (PUT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.