Majalah Salam Indonesia

Arab Saudi Sukses Penyelenggaraan Ibadah Haji 2017

138

SALAM -INDONESIA.com –  PEMERINTAH KERAJAAN ARAB SAUDI telah sukses menyelenggarakan pelaksnaan Ibadah Haji tahun  1438 H/ 2017 M. Pernyataan tersebut dikemukakan langsung oleh Dr. Awwad Alawwad, Menteri Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi.

Menurut Awwad, seperti dikutip media setempat, Rabu (6/9), lebih dari 2,35 juta jemaah haji telah menyelesaikan Ibadah Haji tahun ini.

“Secara keseluruhan, 2.352.122 jemaah melakukan perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Sebanyak 1,75 juta di antaranya berasal dari luar Arab Saudi lebih dari 1 juta jemaah berasal dari Asia, dan hampir 400.000 jemaah datang dari luar negara yang tidak tergabung dalam kelompok Gulf Cooperation Council (GCC – Saudi Arabia, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Oman). Dan sekitar 200.000 jemaah berasal dari negara-negara Afrika,” jelasnya.

Awwad menambahkan, sekitar hampir 100.000 jemaah berasal dari Eropa, sementara Amerika Serikat dan Australia masing-masing sekitar 25.000 jemaah dan hampir 33.000 jemaah berasal dari negara-negara yang tergabung dalam GCC.

Pihaknya, kata Awwad, menyambut para jemaah haji dari seluruh dunia merupakan kehormatan dan kewajiban yang diterima Arab Saudi, di bawah naungan dan bimbingan langsung dari Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

“Kami melakukan segala upaya dan menyediakan sejumlah anggaran untuk memastikan bahwa para jemaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan damai dan khidmat. Dan tahun ini kami telah sukses menyelanggarakan Ibadah Haji, ” katanya.

 

Berikan Layanan Maksimal

Dalam pelaksanaan ibadah Haji tahun ini terdapat 15 pusat kesehatan di Mekkah dan Madinah, yang dikelola oleh lebih dari 30.000 tenaga medis profesional dan terlatih. Selama pelaksanaan ibadah haji, dokter melakukan lebih dari 2.600 prosedur operasi gratis, dan hampir 60.000 jemaah telah diberikan perawatan medis.

Dari sekian banyak jemaah haji dari luar Arab Saudi, lebih dari 1,6 juta jemaah tiba dengan menggunakan angkutan udara, sebagian besar mereka tiba melalui Jeddah dan Madinah, di mana di bandara tersebut memiliki terminal khusus yang didedikasikan khusus untuk menangani jemaah haji.

Fasilitas-fasilitas tersebut, semua dibiayai dan dibangun oleh Arab Saudi, ini merupakan salah satu contoh hasil dari investasi puluhan miliar dolar yang telah dilakukan Arab Saudi sejak tahun 1950an untuk memperbaiki dan meningkatkan akses perjalanan ke/dari Mekkah, pemeliharaan Masjidil Haram, dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji itu sendiri.

Seperti pelaksanaan haji sebelumnya, wilayah yang menjadi pusat perhatian adalah Kota Tenda di Mina, tempat dimana para jemaah haji akan tinggal di tenda-tenda ber-AC yang terbuat dari bahan tahan api. Di kota tenda ini, para jemaah dikelompokkan berdasarkan kewarganegaraan.

Kegiatan besar seperti pelaksanaan haji ini terkadang bisa menakutkan dan membingungkan bagi para jemaah, untuk itulah tahun 2017 ini merupakan tahun kedua penggunaan gelang identitas elektronik bagi seluruh jemaah haji.

Setiap gelang elektronik berisi informasi mengenai identitas dan keterangan medis khusus dari para jemaah haji. Gelang identitas elektronik ini tahan air dan berisi data dengan fungsi GPS, sehingga dapat memberikan informasi terkini kepada para jemaah mengenai jadwal salat dan informasi lainnya yang berkaitan dengan kegiatan ibadah haji.

“Gelang identitas ini juga bisa digunakan untuk menghubungi pusat bantuan informasi dengan berbagai bahasa, sehingga jika jemaah haji mempunyai pertanyaan dapat bertanya langsung dan dijawab,” pungkas Awwad. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.