Majalah Salam Indonesia

23 Pelaku IKM Peroleh Fasilitas Sertifikasi Halal

119

SALAM-INDONESIA.com- INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggeliat dengan telah ditetapkannya Lombok sebagai wisata halal kelas dunia.

Sebelumnya Lombok berhasil meraih penghargaan sebagai World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination pada ajang World Halal Travel Award 2015 di Uni Emirat Arab.

Fakta inilah yang menjadikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi pemberian sertifikat halal kepada 23 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor makanan dan minuman (mamin) di Lombok, NTB . Produk yang dihasilkannya meliputi aneka kue basah, kripik, sambal, kopi, dan air minum dalam kemasan (AMDK).

Menurut Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Kemenperin, Sudarto, fasilitasi sertifikat halal ini merupakan salah satu bukti pengesahan yang menunjukkan bahwa produk tersebut berkualitas dan aman dikonsumsi, terutama bagi konsumen muslim.

“Pemberian sertifikat halal ini karena potensi Lombok yang berhasil meraih penghargaan sebagai World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination pada ajang World Halal Travel Award 2015 di Uni Emirat Arab. Jadi, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah pada produk halal tersebut” ujar Sudarto di Jakarta.

Dikatakan Sudarto, dengan predikat destinasi wisata halal kelas dunia, menjadi modal penting bagi Lombok untuk lebih menarik wisatawan muslim mancanegara.

“Untuk itu, selain perlu didukung  ketersediaan sarana dan prasarana seperti tempat ibadah dan hotel, juga harus dilengkapi makanan dan minuman yang memiliki sertifikat halal” ungkapnya.

Apalagi Indonesia, lanjutnya, menempati posisi negara konsumen terbesar dari produk makanan halal dunia, yaitu sebesar 197 miliar dollar AS, yang diikuti Turki dengan mencapai 100 miliar dollar AS.  Selain itu, Indonesia menduduki peringkat ke-10 dalam industri dan pasar halal dunia.  “Potensi ini yang kami kembangkan untuk mendorong perekonomian nasional” jelasnya.

Saat ini Kemenperin tengah mengembangkan kawasan industri halal seiring besarnya permintaan produk halal di masyarakat. Sebagai langkah awal, Kemenperin akan membentuk zona industri halal sebagai percontohan di Pulau Jawa karena wilayah ini memiliki banyak kawasan industri.

“Kawasan industri halal di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena seiring jumlah penduduk muslim yang mencapai 85,2% atau sebanyak 200 juta jiwa dari total penduduk 235 juta jiwa penduduk yang memeluk agama Islam," jelas Sudarto.

Pengembangan zona kawasan industri tersebut juga akan mempertimbangkan produk-produk yang memiliki orientasi ekspor, terutama ke negara-negara Timur Tengah. Sehingga industri nasional berpeluang besar memperluas pasar dan meningkatkan ekspor ke pasar tersebut.

Berdasarkan perhitungan Kemenperin, permintaan produk makanan halal dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6,9% dalam enam tahun ke depan, yaitu dari 1,1 triliun dollar AS pada tahun 2013 menjadi 1,6 triliun dollar AS pada tahun 2018. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.